Harga Sewa Pompa Beton
15
August
2018

Perbedaan Beton Struktural Dan Non struktural. Beton dapat dikatakan sebagai bagian utama dari bangunan karena inilah material yang berfungsi sebagai penguat sekaligus pemberi bentuk bagi bangunan tersebut. Dalam pembangunan sebuah gedung terdapat dua jenis beton yang diterapkan yaitu beton non struktural dan beton struktural.

Beton struktural artinya adalah beton yang akan menanggung beban struktur sehingga dalam pembuatannya membutuhkan perhitungan tertentu serta harus menggunakan bahan-bahan bangunan dengan spesifikasi tertentu. Untuk beton struktural ini pada umumnya adalah pada bagian pondasi, ring balok, tangga, plat lantai, sloof, dan kolom.

Sementara yang dimaksud beton non struktural adalah beton yang tak menerima beban dari struktur bangunan. Jadi fungsinya adalah penguat biasa dan tak menanggung beban vertical yang berat. Posisi beton non struktural pada umumnya adalah pada kolom praktis, balok kanopi, balok lintel, dan lain-lain. K B0 Hingga K 200 Merupakan Konstruksi Bangunan Ringan, Seperti Konstruksi Lantai Dasar.

Berikut Ini adalah Syarat Untuk Beton Struktural:

Secara awam dapat dijelaskan bahwa pekerjaan beton struktural ini menyangkut pekerjaan pembesian serta pengecoran beton. Sementara pekerjaan-pekerjaan yang seringkali berkaitan dengan pengerjaan beton ini adalah bekisting beton, pondasi beton, finishing beton, pemasangan bata, struktur baja, pekerjaan netal atau pengecoran dalam beton, kusen dan pintu besi, waterproofing, dan pekerjaan yang berkaitan dengan mekanik dan listrik yang harus dicor dalam beton.

Untuk standar mutu yang diterapkan pada pekerjaan beton ini pada bangunan-bangunan di Indonesia adalah SNI atau standar Indonesia, ACI, dan ASTM USA yang merupakan standar Amerika Serikat.

Artha Konstruksi

Supplier & Contractor

Phone

+62 813-8785-0896
+62 813-8254-0598

Email

konstruksiartha@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

× Chat Whatsapp